Dalam hatinya, jelas Agatha meronta-ronta saat ini. Rasanya ia ingin lebih dari sekedar menyiram wajah Boy yang sedang senyum tak berdosa itu. Ia ingin memukuli hingga babak belur, bahkan hingga mematahkan leher pria tersebut. Tapi dia menahan semua itu. Tarik napas, hembuskan, dan ... tersenyum ...! “Sepertinya aku sudah salah paham, aku pikir pertemuan kita kali ini adalah membahas tentang kerja sama lanjutan kita ke depannya! Tapi ternyata ... basa-basi Pak Boy sudah terlalu jauh!” ujar Lady Aga dengan tegas, tapi tetap tenang. “Emmm, itu juga! Aku ... juga ingin membahas tentang bisnis. Tapi ... bukankah aku tetap berhak untuk menanyakan bagaimana hubungan kita. Mengingat kemarin kau dan aku ....” Boy tidak melanjutkan perkataannya, dia hanya sekedar membuat gerakan dengan telun

