Lauren berulang kali menggosok matanya sendiri, apa dirinya tidak salah membaca? Iya, sang bos meminta bercerai dari suaminya. Ini benar-benar lebih dari sekedar gila! “Aku harus menghubungi siapa? Aku tidak tahu ...!” Sampai akhirnya .... “Ya, Pak Yohanes! Tapi dia pengacara yang mengurus bisnis! Ah, mungkin dia punya kenalan pengacara lain untuk mengurus perceraiannya! Sudahlah!” Sementara kepala Lauren masih dengan keras memikirkan perintah bosnya, tapi perempuan yang memberi perintah itu kini malah muncul lagi di hadapannya. Kali ini juga sama, dia membanting tas dan melepas sepatu hingga berserakan. Namun sekarang, tak lupa ada sebuah topeng juga yang terlempar ke sembarang arah hingga jatuh ke pangkuan Lauren. “Ya ampun ....” Dia hanya bisa menggeleng kepala. “Memang ta

