Keterbukaan

1090 Kata

Difa baru saja selesai mandi pagi, di lihatnya jam sudah menujukan pukul 9 pagi, keluarganya sudah sarapan dan suaminya sudah berangkat ke kantornya. "Baiklah sudah selesai."Ujar Difa yang baru saja selesai berias diri, lalu wanita itu mengambil tisu basah untuk membersihkan tangannya dari sisa make upnya. Kaki Difa lalu menginjak pedal tempat sampah agar tempat sampahnya terbuka. "Loh... Di mana kalung semalam?"Gumam Difa heran, jelas ia ingat semalam kalung manik-manik itu sudah ia buang di sana bersama tisu-tisu semalam, tapi sekarang benda itu tak ada di sana dan hanya menyisakan sampah berupa tisu-tisu. Difa menggigit bibirnya, ia yakin jika ada yang Dimas sembunyikan darinya. Difa menggeleng, "Aku tak mau ada yang di sembunyikan lagi dariku,aku takut jika ada salah paham lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN