Rey duduk di ranjangnya, ia baru saja membersihkan dirinya,pria itu mengambil ponselnya dan membuka kode layar ponselnya lalu menatap sebuah foto yang ia jadikan wallpaper. Dulu Rey selalu menanti kepulangan Difa dari sekolah, ia yang selalu kebagian sift sore ke malam membuatnya hanya memiliki kesempatan untuk melihat Difa saat pulang sekolah, selebihnya Difa lebih sering menghambiskan waktu di kamarnya, dapur atau pergi bersama bundanya, sangat jarang Difa menghambiskan waktu di taman depan, tempatnya berjaga. "Dimas benar-benar pria beruntung."Gumamnya Jujur Rey iri pada Dimas, pria mantan playboy itu mendapatkan cinta Difa,tapi bukan salah Dimas yang berhasil mengambil hati Difa darinya. Rey tersenyum tipis, "Bahkan aku saja tak pernah menunjukan rasa sukaku padanya, kau ternyat

