Difa duduk di sebuah bangku taman dekat kantor pengadilan agama tempatnya sidang tadi,ia menatap air mancur kecil di depannya. "Ini minumlah. " Difa beralih menatap botol air mineral di depannya, "Terimakasih bang ..."Ucapnya pada Raffa yang kini sudah duduk di sampingnya. "Bagaimana soal Defan? Apa sudah dapat solusi? "Tanya Difa lalu menunduk, "Kasihan Kinan, juga Irene. " "Abang kasihan padamu, ternyata kamu tak cukup kuat menghadapi badai ujian rumah tanggamu. "Ujar Raffa membuat Difa menoleh padanya. "Aku sudah kuat selama ini bang, tak bolehkah aku menyerah? " Raffa menggeleng, "Bahkan kau tak bisa melewati badai yang terakhir dengan kepala dingin, kau begitu terburu-buru mengambil keputusan sendiri, tidak ingatkah kau Difa, kau mempunyai keluarga, mempunyai abang." Difa kemb

