Seminggu kemudian, Dimas duduk di kursi kerja kantornya, pria itu bekerja dengan sangat baik beberapa hari ini, beban berat di hatinya lepas sudah, keluarganya begitu sempurna sekarang, impiannya sudah terwujud. Tok... Tok... Dimas menoleh mendengar suara ketukan pintu ruangannya, "Masuk... " Tak lama Della masuk ke ruangannya, "Permisi tuan, ini ada surat pribadi untuk anda." "Surat pribadi? "Tanya Dimas heran lalu menerima surat kecil dari tangan Della. "Saya permisi." Dimas mengangguk lalu menatap bingung pada surat di tangannya,"Stella... "Gumam Dimas saat melihat ada nama Stella di bagian depan amplop suratnya. Dimas mengerutkan keningnya heran, bagaimana bisa Stella mengiriminya surat dari dalam penjara? Ragu-ragu Dimas membuka amplop surat itu dan mulai membacanya. To:

