Dimas yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya keluar dari walk in closet, di lihatnya Difa baru saja selesai menyusui Difia. "Apa tuan putri kita tidur lagi?"Tanya Dimas. "Iya... Ngantuk dia tidak tidur dari jam 3 pagi. " Dimas duduk di samping Difa lalu mengecup kepala putrinya, "Iya dia selalu berulah ketika papanya lagi minta jatah. "Ujarnya Difa hanya tersenyum tipis, setidaknya semalam dia beruntung karena putrinya,dia bisa menghindar dari keinginan Dimas. Sejak mengetahui dugaan kebohongan Dimas, bahkan mungkin perselingkuhannya, jujur Difa berat sekali untuk bersikap seolah tak ada apa-apa. Tapi dia tetap tak mau gegabah, dia harus sabar menunggu hasil penyelidikan Rey, ini sudah lewat dua hari, mungkin Rey sudah mendapatkan bukti,dan nanti dengan bukti itu dia akan menanyaka

