Difa masih duduk di ranjang, pikirannya benar-benar terbelah sekarang, satu sisi dia memikirkan keadaan ayahnya, di sisi lain ia benar-benar heran, bagaimana bisa Stella bebas. "Satu alasan yang bisa membuat Stella bebas hanya jika penuntut mencabut gugatannya, aku jelas tidak melakukan itu." Difa menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, "Dimas... "Lirihnya,menolak percaya jika suaminyalah yang melakukan itu setelah semua yang di lakukan Stella pada anak dan istrinya. "Jika benar kamu yang mencabut tuntutannya kamu benar-benar keterlaluan Dimas. " Difa memijat kepalanya, ia pikir masalah rumah tangganya sudah usai, dan apa ini, Stella muncul lagi, lalu Maria. "Ya Tuhan aku harus bagaimana, Kemana aku harus berbagi beban ini, ayah di rumah sakit terkena serangan jantung, bagai

