Part 48

2070 Kata

Setelah masuk kamar, aku tidak lagi keluar. Otak ini memikirkan bagaimana caranya agar Papa dan Mama memberikan izin diri ini mengganti nomor ponsel. Tidak nyaman jika Pak Reza terus menerus menghubungi. Aku ingin fokus untuk bisa masuk jurusan IPA saat kelas tiga nanti. Mataku akhirnya tidak bisa diajak kompromi lagi. Terpejam dengan sendirinya. Aku terbangun saat jam di dinding kamarku menunjukkan pukul lima pagi. Aku segera duduk di tepian ranjang dan meraih segelas air minum yang memang ada di dekat ranjangku. Bangun tidur kali ini aku tidak segera mandi. Kali ini ingin membuka ponsel terlebih dahulu. Papa mengirimiku pesan yang sangat mengejutkan. Tidak biasanya beliau membahas orang lain. [Nana, kenapa pesan dari Nak Reza tidak dibalas? Dia kawatir, takut kamu kenapa-napa di san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN