Beberapa hari telah berlalu dan Rafa masih saja belum bisa menerima keputusan sang istri. Pria pemilik hidung mancung itu belakangan ini menjadi seorang workaholic. Asistennya tidak pernah lelah untuk mengingatkan kesehatan sang atasan. Namun, jangankan ucapannya itu di indahkan oleh atasannya, bahkan didengarkan saja tidak. Dino sudah berperan layaknya seorang istri. Pria berkacamata itu tidak jarang menyiapkan makan siang untuk Rafa. Namun lagi-lagi, pria dingin itu tidak menyentuh makanan yang sudah disiapkan oleh asistennya. Hanya dengan cara seperti ini dirinya bisa mengalihkan pikirannya yang selalu tertuju pada Bella. Di samping dirinya juga lebih fokus untuk mencoba mengatasi masalah pada perusahaan pribadinya, ia juga bisa melupakan masalah rumah tangganya sejenak. Rafa juga

