Lembaran putih kusam itu pun jatuh dari tangan Zaviest yang tak mampu sekedar menahannya di ujung jari. Sesuatu yang begitu keras menghantam ruang di dadanya, tubuh yang gagah itu roboh. Dia sangat terkejut, sebuah kabar dari jauh membuat pikirannya berserakan. "Yang Mulia..." Sebuah panggilan tak mendapatkan jawaban dari Zaviest yang terduduk lemas di kursi kerjanya. "Yang Mulia!" Sekali lagi, dia mencoba untuk menyeret Zaviest kembali pada kesadarannya. Seolah menolak, pandangan Zaviest yang nanar itu tak menunjukkan dia akan segera merespon panggilan. "Kakak!!" Menyerah hanya mengandalkan suara, Vein mengguncang bahu Zaviest dan memaksa pemilik seluruh daratan Sholaire itu kembali berpijak pada kesadarannya. Zaviest menegakkan kepalanya, mata emasnya yang biasanya terlihat cerah

