Senyum di wajah Zaviest merekah sepanjang langkahnya menuju ke tempat Vizena berada. Di tangannya sebuah buket bunga digenggam dengan hati-hati. Sambil berjalan, sesekali menghirup aroma bunga yang ada di tangannya. Kakinya mulai melambat, saat pandangannya menangkap sosok wanita berjalan ke arahnya dengan senyum lebar. Raut wajah Zaviest berubah, senyumnya berganti muram, tangannya bergerak ke belakang tubuhnya untuk menyembunyikan bunga yang ditujukan untuk Vizena itu. "Yang Mulia, Yaesha memberi hormat." Wanita itu memberikan hormatnya. "Bangunlah." Tak ada emosi yang tercurah dalam kata yang diucapkan oleh Zaviest. "Terimakasih, Yang Mulia. Akhirnya saya bisa melihat anda kembali dengan selamat." "Perang itu tidak terjadi, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." "Syukurlah,

