Suara pintu yang digedor berkali-kali itu mengundang perhatian orang-orang yang lewat. Meski terdengar begitu keras, tak seorang pun keluar untuk menyambut pria bertudung abu-abu kusam dan lusuh itu. "Hei! Siapa kau?" hardik seseorang, dari penampilannya tampak jika orang itu adalah pengawal kerajaan. Pria bertudung itu menoleh, tudungnya menutup seluruh wajahnya. "Apa yang kau lakukan dirumah ini? Apa kau tau, ini adalah rumah penghianat!" 'Pengianat?' batinnya. Dia menoleh ke samping tempat letak pintu itu berada. Kebingungan menghantam pikirannya. Bagaimana seorang Hakim Agung menjadi penghianat? Jika benar berita itu, maka seluruh keluarganya pasti telah dibantai. "Apa mereka dihukum mati?" "Siapa kau, mengapa tidak mengetahui berita ini? Apa kau bukan penduduk Luxorth?" "Aku d

