Langkah sempit Ibu Suri begitu cepat, nafasnya menderu di setiap saat kakinya menapak. Gaunnya dicincingkan supaya langkahnya leluasa. Tidak sabar untuk sampai di kediaman pribadi Raja. "Kau akan menghalangiku atau aku akan memenggal kepalamu?!" Ancam Ibu Suri dengan tatapan mata yang setajam elang. Pengawal kediaman Raja tak berani membantah Ibu Raja yang sedang dibalut amarah. Mereka membiarkannya lewat begitu saja. Zaviest sedang membaca sebuah dokumen sembari bersandar pada kusen jendela lebarnya saat Ibu Suri telah berhasil menerobos pintu ruang kerjanya. Tidak satu mili pun Zaviest bergerak dari tempatnya, matanya masih bergerak ke kiri menuju ke kanan membaca tiap bait tulisan yang terdapat dalam dokumen tersebut. Sepenuhnya mengabaikan keributan yang diakibatkan oleh Ibu Suri da

