Sebuah kotak berukiran emas di atas penutupnya terus menjadi pusat tatapan mata lembayung Vizena. Hatinya bimbang, dan ia telah menimbang keraguannya selama berjam-jam lamanya. Kotak itu diberikan oleh kakeknya, tepat setelah penobatannya berlangsung. Dia belum sempat membukanya, karena kakeknya mengatakan untuk membuka kotak tersebut saat keadaan mendesak. Vizena tak bodoh hanya dengan diam saja, ia oun mencecar kakeknya, keadaan seperti apa yang mengharuskan dirinya membuka kotak tersebut. "Saat Luxorth terancam oleh bangsanya sendiri." Begitulah jawaban kakeknya kira-kira. Mungkin ini adalah saat yang tepat bagi Vizena untuk membuka kotak tersebut, dan memastikan apa yang ada di dalamnya. Jemari lentik Vizena bergerak untuk membukanya, namun terhenti saat seseorang masuk ke dalam ten

