67. Negotitation

1090 Kata

Kegelisahan yang memeluk raga Zaviest tergambar jelas melalui langkah kakinya yang berderap dengan ritme cepat. Ada ketidak sabaran di setiap langkah yang dia buat, seolah jika ia tak melakukannya maka akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi. Langkah itu terhenti dengan tiba-tiba ketika sosok wanita yang berparas anggun berdiri menghadang jalannya. Pandangan wanita itu langsung ke mata Zaviest, menuntut sang putera agar mendengarkan apa yang akan dia katakan. "Mengapa kau melakukan ini, Yang Mulia?" Suaranya bergetar menahan gejolak emosi yang bergemuruh di dalam dadanya. Ada perasaan tidak rela jika Zaviest, putera sulungnya mengambil tindakan tanpa berpikir panjang. "Ini satu-satunya jalan, Ibunda." Zaviest begitu datar dan menunjukkan tidak ada yang dia khawatirkan. Tapi, dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN