Raungan itu terdengar sangat keras hingga ke seluruh sudut akademi. Hampir semua orang sedang lelap tertidur. Kerasnya suara itu membuat tetua akademi seketika berlari dari kamarnya, meninggalkan ritualnya sendiri. Tak butuh lama baginya untuj sampai di depan kamar Zaviest, ia tak butuh mengetuk pintu dan membuka pintu tersebut. Hanya saja pintu kamar Zaviest terkunci. Menggunakan sihir Tetua Penyihir membuka pintu itu. Matanya terbelalak lebar ketika melihat sesosok makhluk mengerikan tengah meraung kesakitan. Mahkluk itu memiliki tubuh berbulu pada bagian d**a hingga ke atas, wajahnya mengerikan dengan taring tajam keluar dari mulutnya dan matanya yang merah padam. "Yang Mulia!" "Graaaaawll!" Makhluk itu menatap garang ke arah Tetua Penyihir. Langkah Tetua Penyihir pun terhenti namun

