Sepanjang malam di sudut ruang perawatan yang sempit itu Leoxard duduk bersandar dengan tangan yang bersilang di dadanya. Matanya nyalang menatap gadis yang tengah berbaring di atas ranjang dengan nafas teratur itu. Sedetik saja Leoxard tak bisa memejamkan matanya, ia terus mengawasi Cirila. Jika ada gerakan atau rintihan sedikit saja dia akan langsung bereaksi dengan mimik wajah khawatir yang tak bisa dia sembunyikan. Suara pintu terbuka membuat Leoxard waspada, ia menegakkan tubuhnya dan menatap ke arah pintu. Rupanya pemimpin pasukan yang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. "Yang Mulia, anda masih terjaga?" tanya pemimpin pasukan. "Dia sepertinya sangat kesakitan, jadi aku tidak bisa memejamkan mataku." Leoxars mengatakannya sembari menatap Cirila yang tampak damai dalam tidu

