"Mengapa, mengapa dia tidak membuka matanya?" Kegelisahan jelas sekali tampak pada mata Zaviest yang bergetar tiap kali pandangannya tertuju pada tubuh Vizena. Tak kuat hati dia melihat Vizena tergolek lemah di atas tempat tidur dengan mata yang terus saja terpejam. Zaviet butuh melihat binar itu terpancar dari mata lembayung Vizena, untuk meyakinkan dirinya bahwa gadis yang dia cintai itu baik-baik saja. Tapi Vizena tak baik-baik saja. Sudah tiga jam lamanya dia belum juga menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya. Hanya dadanya yang naik turun dengan perlahan menandakan dia masih bernyawa. "Dokter, katakan, katakan padaku?" "Yang Mulia, tenangkan diri anda." Stiria berusaha untuk menenangkan kakak iparnya. Rasanya jika tak seorang pun berusaha menenangkan Zaviest, sesuatu yang dil

