"Ty, tunggu!" Tya menoleh ke belakang, menatap pergelangan tangannya yang dicekal oleh Vhi. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi di dalam hati ada sedikit rasa tak enak. Karenanya, Tya menggoyangkan tangannya, mengisyaratkan pada Vhi agar melepasnya. Namun, Vhi bergeming. Biasanya, Vhi amat peka dengan hal-hal yang tak terucap, tapi entah kenapa hari ini dia agak bebal. "Vhi, lepas. Gue mau pergi." "Lo mau ke mana? Gue anter, Ty," bujuk Vhi. Pria itu merasa bertanggungjawab karena bagaimanapun dialah yang membawa Tya ke tempat ini. Sebenarnya, dia belum ingin menyelesaikan pembicaraan. Gantung banget! Dia belum dapat jawaban dari dua hal; perasaannya dan kebenaran tentang hubungan Tya dan Yuga. Namun, melihat wajah Tya yang seperti orang linglung begini, dia mana tega? Tya menggeleng menolak

