Sejak kecil Vhi selalu mengalah, Yuga memang sejak dulu digadang-gadang akan menjadi pewaris tunggal. Dan memang pria itu yang menjadi pemimpin perusahaan. Bukan salah Yuga karena memang sejak dulu Vhi selalu dinomer duakan. Dan usia mereka yang cukup jauh, menyebabkan perbedaan perlakuan terlihat jelas sekali. Dan Vhi, masih ingat itu sebagai hal yang menyebalkan. Sejak dulu ingin merasakan diberikan limpahan kasih sayang oleh ibu dan sang nenek. Melakukan yang terbaik di kampus juga bukan tanpa alasan. Vhi ingin dapatkan perhatian dari ibu dan neneknya. Namun, hasilnya tetap saja nihil, tempatnya memang setia menjadi si nomor dua. Pembicaraan semalam jelas tak akan menghasilkan apapun, sang mami dan Yuga tetap kekeh akan menikahkan Yuga dan juga Tya. Jelas Vhi jadi kecewa berat denga

