Flashback On "Kamu harus ikut denganku ke pesta!" Shine meletakan tas juga jaket jeans miliknya di sofa, melipat lengan seraya memandangi Arsen yang tiba-tiba saja datang tidak lama setelah menerima pesan singkatnya. Nada memerintahnya jelas membuat Shine meradang. "Aku punya pekerjaan yang lebih penting dari pestamu itu!" Desis Shine. "Jangan mengaturku sesuka hatimu. Kamu sudah janji untuk tidak mencampuri pekerjaanku." "Tapi aku membutuhkanmu di sana." "Untuk apa?" Shine mengangkat dagu. "Untuk pamer atau membuatmu merasa menang dari Zafier. Begitukah?" Arsen mengeraskan rahang mendengar tuduhan Shine, bergerak mendekat dan memegang lengannya. "Jangan membuat seakan-akan akulah penjahatnya di sini." Shine tersenyum miring, "Jadi kamu mau disebut pahlawan?" "Kamu tahu kalau sejak

