"Sky?" Tak ada jawaban. Hanya suara detak jantung dan hangat hembusan nafas yang menyapu kulit telanjangnya. "Sky?" Hening, lalu lengan kuat itu kembali merapatkan tubuh mereka. "Sky, sudah malam, anak-anak sendirian dirumah." Gaya berbalik. Mata coklat Sky menatapnya tajam. Pria itu tak bersuara, hanya memandanginya. "Sky?" Bibir Sky melumat bibirnya yang terbuka. Gaya terengah. Kalau ia membalas, semuanya baru akan berakhir saat pagi menjelang, dan ketiga putra mereka akan ketakutan dirumah. Tapi pria itu sudah menindihnyai. Melebarkan kakinya dengan paksa. Tubuh besar Skylar diantaranya, menggesekkan alat kelamin mereka yang berdenyut lagi oleh gairah. Gaya lupa menghitung, ini yang keberapa kali mereka bersetubuh sejak masuk ke kamar hotel dengan tergesa-gesa. Entah apa yang dil

