Rigel merayakan ultahnya dengan sederhana. Acara diadakan di rumahnya dan dihadiri oleh teman artis dan juga kerabat yang paling dekat saja. Dan yang paling menarik dari acara ulang tahunnya ini, tidak ada satupun kamera dan wartawan. Rigel hanya ingin menjadi Rigel Antares malam ini, bukan Rigel A yang dikenal oleh hampir separuh penduduk negara ini. “Kamu mau hadiah ulang tahun apa dari saya?” tanya Sita saat menemani Rigel memilih kue ulang tahun. “Aku mau kamu,” bisik Rigel dengan nada bicara yang terdengar sensual, tapi hanya bisa didengar oleh mereka berdua karena Rigel berkata sambil berbisik di samping telinga Sita. Sita memukul pelan bahu Rigel. Dia tak perlu menjadi cenayang hebat untuk bisa menebak maksud dari ucapan Rigel. Karena tatapan Rigel padanya saat ini sudah sangat

