Rigel A-45

1254 Kata

Sita berusaha keras menelan makanan yang sedang dikunyahnya. Namun baru satu suap makanan yang ke mulutnya keluar dalam bentuk muntahan. Jantungnya berdebar-debar dan napasnya saling berkejaran. Sita menatap refleksi wajahnya di cermin wastafel. Tampak sangat pucat dan tidak bersinar seperti biasanya. Wajahnya terlihat sangat lelah dan putus asa. Hari sudah semakin sore, jam di dinding bahkan sudah menunjukkan hampir mendekati angka empat. Sudah hampir tiga jam dia berada di tempat ini, tapi ketenangan yang dibutuhkan belum juga dia dapatkan. Dia melarikan pandangannya ke arah tubuhnya. Pakaian kerja yang tadinya rapi dan nyaris tidak ada lipatan bekas lemari, kini tampak kusut. Sita kembali menatap refleksi wajahnya di cermin wastafel. Matanya tampak sembab bekas air mata.  Rigel Antares

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN