bc

Alasan Memilihmu

book_age18+
1.2K
IKUTI
9.3K
BACA
forbidden
brave
drama
comedy
sweet
gxg
humorous
first love
friendship
like
intro-logo
Uraian

"Aku mencintaimu."

"Kenapa?"

"Jangan tanya alasannya. Sebab kalau hati sudah memilih, otakku bisa apa?"

_________________________________

Kinal, seorang gadis yang belum pernah menjatuhkan hatinya pada siapapun. Hingga suatu saat ia harus menerima bahwa hatinya terjun bebas pada seorang wanita malam. Kini keduanya terperangkap dalam rasa terlarang yang memaksa pengakuan.

_________________________________

Warning!

LGBT-ADULT story.

Enjoy!

chap-preview
Pratinjau gratis
AM: Prolog
Jika memandangmu adalah penyebab tidak normalnya debaran jantungku, dengan senang hati akan kunikmati alunan setiap detakannya. *** __________________________________ Kinal pov. Hembusan angin malam yang menerpa seakan mampu menembus jaket kulit yang kukenakan. Aku menyusuri jalanan ini dengan pandangan fokus ke satu titik. Dia, gravitasinya seolah menarikku untuk mengikutinya. Entah mengapa takdir mempertemukanku lagi dengannya. Seorang wanita yang menolongku waktu itu. Dia menolak saat kuberi imbalan atas pertolongannya, dan itu membuatku seakan punya hutang nyawa padanya. Dan dia membawa langkahku sampai ke tempat ini. Tempat ini? Dia tadi masuk kesini kan? Apa aku harus masuk juga? Walaupun aku sering ke club malam, tapi kata Beby tempat ini sedikit 'keras'. Beby juga pernah bilang kalau tempat ini digunakan untuk prostitusi dan perdagangan narkoba. Kenapa dia kesini? Ah sudah lah, bertanya dalam hati pun percuma. Aku akan masuk dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di otakku. Super ketat sekali penjagaan disini. Aku harus menunjukkan KTP dan ditanyai berbagai macam hal. Serasa jadi penjahat. Suara musik mulai menggema dimana-mana, banyak sekali manusia disini. Ada yang duduk di deretan kursi depan bartender, di sofa, sampai berjoget-joget di floor. Kalau dilihat dari luar, club ini cukup tinggi. Tapi kenapa pengunjung hanya ada sampai lantai dua? Lebih baik aku duduk disini dan mencari keberadaan gadis itu. Dimana ya dia? Aku meneliti setiap sudut ruangan ini. Banyak gadis-gadis berpakaian minim duduk diantara pria-pria perut buncit dengan setelan jasnya. Hampir disetiap sisi tempat ini, mataku menangkap sekian pasang orang sedang berciuman tak peduli dengan sekitarnya. Itu dia! Dia! Gadis berjaket hitam, celana jeans hitam, dan membawa tas jinjing kecil. Dia baru turun dari lantai dua. Gadis itu mau kemana? Aku mengikutinya, dan dia masuk ke.... Toilet?? Baiklah, akan tetap kuikuti. Disini ada beberapa bilik toilet, tapi hanya satu pintu yang tertutup. Pasti gadis itu didalam. "Hiks..hikss.hikss.." Hah? Seperti suara orang menangis. Nguping ah.. Aku tempelkan telingaku di pintu toilet ini. Ternyata benar, dia menangis. aku harus bagaimana? Duhh bingung! Gimana ya? Mana dia lama banget lagi keluarnya. Aku berdiri didepan cermin toilet, habisnya bingung mau kemana dan harus ngapain. Kan tujuan kesini buat ngikutin gadis itu. Cklek.. Dia keluar! Pura-pura ngaca aja kali ya... Yahh dia ngaca juga! Ketauan deh!. "Hai..," sapaku canggung. "Kamu lagi?! Ngapain disini?" dia agak kaget saat melihatku. Sepertinya ada yang berbeda. Ah iya! dia sekarang memakai gaun merah. Dan dress ini hemm... sangat minim. Buat apa dia ganti baju? "Eh?.. itu.. aku cuma numpang pipis, iya numpang pipis. Hehe." "Ohh.." Cuma 'oh'? Dan dia pergi??! Astaga cuek banget sih nih orang! Aku harus tetep ikutin dia. Tempat dudukku tadi sudah ada yang nempatin. Terpaksa aku berdiri disini. Gadis itu duduk di sofa bersama laki-laki. Dia bersandar manja dibahu dan memeluk lengan pria paruh baya itu. Gadis itu terlihat seperti seorang.... "Hai.. sendirian aja?" aku menoleh ke sumber suara disampingku. Gadis dengan dress hitam yang juga sangat minim. "Eh? Iya kak." jawabku. "Kak? Jangan panggil kak dong. Palingan kita seumuran. Lo anak kuliahan kan?" kok tau ya dia? "Iya kak. Eh.." "Nat, Natalia. Panggil aja Nat." ohh namanya Nat. "Kinal. Salam kenal Nat." "Kaku banget sih lo. Ngapain disini? lagi suntuk ya?" dia kok nempel-nempel gini sih?! "Ngga kok, lagi nyari seseorang aja." "Siapa?" Nat penasaran. Sekalian aja aku tanya tentang 'dia'. "Itu. Gadis itu. Lo kenal Nat?" aku tunjuk gadis yang kuperhatikan dari tadi. "Dia? Bagus juga selera lo. Dia itu kerja disini. Namanya Veranda. Dia pendiem banget, tapi justru itu yang bikin orang penasaran. Dan asal lo tau, dia mahal banget. Kayaknya anak kuliahan kayak lo ngga bakal kuat buat nyewa dia." What?? Nat bilang apa? Nyewa? Jadi beneran dia wanita malam? "Kenapa? Kok lo kaget gitu sih?" "Eh? apa Nat?" "Wajah lo. Kenapa shock gitu?" "Ngga, cuma agak kaget aja. Jadi dia itu .." "Iya, dia cewek sewaan, wanita malam, wanita penghibur, p*****r, kupu-kupu malam, apapun lah istilah lo." Glek Susah banget rasanya nelan ludah. Aku masih tidak percaya, wanita sebaik dia punya pekerjaan seperti ini?? Tapi kenapa? Kenapa dia bekerja seperti ini? "Yaudah deh Nal, karena target lo itu Veranda, gue jadi minder sendiri. Gue kesana dulu ya, kali aja ada mangsa. Haha. Bye Nal..." "Iya Nat, thanks ya.." Aku melihat ke arahnya. Veranda, nama yang cantik, secantik orangnya. Eh? Dia lihat aku! Aku lihat arah lain aja deh. Jadi salting gini sih? Gadis itu, gadis yang membawaku kesini. Gadis yang pernah menjadi malaikat penolongku. Dia bekerja ditempat hina ini, menjadi pemeran utama dalam praktek prostitusi dengan menjual jiwa dan raganya. Tapi kenapa tadi dia menangis? . . Siapa kamu sebenarnya? Aku tau, aku tak berhak mencampuri urusan pribadimu. Tapi... Maafkan aku, karena aku masih ingin tahu tentangmu, Veranda. ***** To be continue.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Suddenly in Love (Bahasa Indonesia)

read
77.9K
bc

Sak Wijining Dino

read
162.1K
bc

Hubungan Terlarang

read
513.3K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

The Naughty Girl

read
101.3K
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

Mafia and Me

read
2.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook