Takdir memang tak tentu kemana arah arusnya. Menebaknya hanya akan membuang waktu saja. Biarkan semesta yang bekerja, entah kepada siapa ia akan membela. *** ____________________________________ Author pov. Pesta resepsi masih berlangsung dengan segala kemeriahannya. Davi dan Sendy pun belum beristirahat menyalami antrian panjang tamu undangan. Berbagai ucapan selamat dan doa mengalir untuk kedua insan yang telah resmi menjadi sepasang suami istri ini. Di salah satu dari banyak meja bundar, Kinal duduk bersama Veranda, Jeje, Beby, dan Melati. Beberapa menit yang lalu, Davi meminta agar Kinal dan Veranda tidak meninggalkan hotel ini sebelum acara berakhir. Karena ada banyak hal yang ingin Davi dan Sendy bicarakan dengan mereka berdua. "Nal, kenape lu diem aje?" tanya Jeje yan

