"Amira!" Teriak Harras pria itu segera berlari ke arah dimana Amira tergeletak dengan genangan darah di sekitarnya. Mobil yang menabrak Amira pergi begitu saja seolah tak peduli dia baru saja membuat seseorang celaka. "Tidak," lirihnya saat melihat Amira sudah memejam. Harras meraih Amira dengan pelan seolah takut tubuh lemahnya patah, sebab luka di tubuhnya. "Sayang, Amira!" tangan Harras yang penuh darah mengusap pipi Amira dengan pelan. "Aku mohon, jangan tinggalkan aku." Orang- orang mulai berkerumun dan beberapa orang menatap kasihan, lalu beberapa orang mulai berteriak panik untuk memanggil ambulan. "Masih hidup pak." seseorang berteriak saat melihat nafas Amira masih berhembus. "Cepat panggil ambulan!" **** Harras menunggu dengan gelisah di ruang tunggu rumah sakit, di dala

