"Apa yang kamu lakukan!" "Mas-" Kinan membeku lalu menarik tangannya yang sedang berada di alat bantu pernafasan Amira. "Mas, a-ku cuma." Frans menatap Kinan dengan tajam lalu, Plak. Kinan tertegun dengan pipi yang terasa nyeri "Kamu, nampar aku mas?!" mata Kinan berkaca- kaca, tak menyangka Frans melakukan itu padanya. "Itu, karena kamu pantas mendapatkannya!" Seru Frans. Dia sungguh geram dengan apa yang di lakukan Kinan. "Bagaimana kamu bisa melakukan ini Kinan!" "Kamu mencoba membunuh Amira?!" "Mas, kamu salah paham-" "Apanya yang salah paham Kinan! Jelas- jelas kamu melakukannya di depanku." Kinan menggeleng "Aku hanya menjenguk, mbak Mira, mas." Kinan mencoba berkilah. "Lalu apa ini, hah?" Frans memutar vidio rekaman dari Bi Ratmi "Kamu meminta orang untuk membunuh Amira?"

