Jadi aku harus menjawab apa untuk pertanyaan Revano. Hanya menganggukan kepala terkesan seperti tidak antusias. Tuh kan...lagi-lagi dengan mudahnya aku jatuh kembali ke dalam rayuannya. "Aku nggak tahu...," sahutku dengan suara pelan. "Kamu nggak tahu atau grogi menjawab permintaanku?" tanyanya. Aku melengos dan seketika pesonanya yang begitu memabukkan mendadak lenyap dari mataku. Kenapa dia meleyapkan kesan romantis yang barusan diciptakannya? Coba bayangkan bagaimana caranya aku bisa menghabiskan hidup dengan lelaki sombong seperti ini? "Kamu mau bilang iya tapi nggak bisa ngomongnya, kan?" tanyanya lagi. "Aku mau bilang nggak mau!" kataku sambil memalingkan wajah. Revano terkekeh dan kemudian menarikku mendekat ke arahnya. "Nggak mungkin," ucapnya dengan nada tidak percaya.

