Pandanganku terasa berkabut. Aku memejamkan mata saat dia mengusap rambutku perlahan. Ini benar-benar menghancurkan pertahananku. Yang terdengar jelas saat ini hanya tarikan dan helaan napas yang semakin memburu. Entah sejak kapan aku begitu menyukai ciumannya. Apalagi saat hangat napasnya terasa menerpa wajahku, rasanya begitu menenangkan dan...membuatku ketagihan. "Mau menginap di sini buat malam ini?" Dia melepaskan ciuman. Suaranya terdengar sangat menggoda. Aku mengeratkan pelukan dan tidak berani menatap matanya yang entah kenapa seperti membiusku. Lututku terasa lemas dan kehilangan kekuatan untuk berdiri. Kenapa lelaki ini suka menggoda imanku dengan mengajak tidur bersama? Tidak tahukan dia kalau aku begitu berat untuk menolak permintaannya itu. Betapa sebenarnya aku ingin me

