Satu hal yang membuatku terpaksa harus menepis jauh-jauh sosok Revano adalah gara-gara kepercayaan dirinya yang terlalu berlebihan. Dia seperti tidak memikirkan perasaanku. Apa dia pernah tanya apa aku tertarik padanya? Jangankan menanyakan hal sepenting itu, tanya bagaimana perasaanku saat ini aja mungkin nggak terpikir di kepalanya. Sungguh, malam ini aku begitu bahagia sampai ingin merontokkan ingatanku dengan menjedotkan kepala di tembok. Saat ini Revano sedang menyuapi Gio dan Cio sambil sesekali melahap makanannya. Sedangkan Dinda tampak sibuk dengan ponselnya walaupun sesekali terlihat menyendok makanannya. Sedangkan aku, tidak ada seorang pun yang bertanya apa aku mau makan, mau makan apa, atau bentuk perhatian lainnya. Gawat! Apa ini artinya aku begitu haus perhatian? Biasan

