Mobil Revano berputar arah setelah beberapa menit yang lalu keluar dari kompleks rumahku. Aku tidak tahu ke mana dia akan membawaku di akhir pekan seperti ini. Dia hanya bilang ingin menghabiskan hari libur bersamaku, itu saja. Mungkin dia ingin mengajakku ke kebun binatang? Tapi telepon dari Dinda barusan sepertinya agak mengacaukan rencananya. Terbukti dari wajahnya yang mendadak berubah masam. "Dinda kenapa, Mas?" tanyaku akhirnya daripada dicap nggak perhatian. Aku tidak bisa menangkap dengan jelas isi pembicaraan mereka, yang terdengar hanya penolakan Revano dan terakhir dia seperti menyerah dan mengiakan permintaan Dinda. "Nggak tahu, dia suruh buru-buru balik ke rumah. Ada yang penting," sahutnya. Jangan bilang Dinda ingin ikut acara kencan pertama kami. "Dia lagi nunggu di

