23. Relationship

1590 Kata

Wajahku terasa memanas. Entah kenapa pertanyaan Revano barusan malah membuat perasaanku tidak nyaman. Aku cemburu? Nggak tuh! "Cemburu sama siapa," sahutku ketus. Aku menimbang sekali lagi apakah harus memperpanjang pembahasan tentang pertanyaannya barusan atau mengalihkan pembicaraannya. "Tapi dari gerak-gerikmu terlihat kalau kamu nggak senang saya dekat dengan Marsha," katanya dengan nada tidak peduli. Sial! Dia bahkan tidak peduli kalau dari tadi aku sudah setengah mati menahan kekesalanku. "Nggak senang sama cemburu, kan, beda," kataku tidak mau kalah. "Jadi, kita mau tetap disini sampai malam buat ngebahas hal nggak penting ini?" Aku menyambung perkataanku agar dia buru-buru menyalakan mobil dan melupakan pembicaraan kami tentang Marsha. Entahlah...rasanya aku tidak mau men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN