8. What?!

1010 Kata

"Saya enggak berminat, Pak. Kayaknya lebih baik Bapak tawarkan ke Sapri deh," sahutku sambil berlalu. Aku menuruni tangga dengan langkah mantap biarpun lututku gemetaran. Sikap playboy-nya benar-benar membuatku emosi. Awas saja, kalau dia berani bersikap kurang ajar padaku! Dikiranya aku seperti wanita lain yang begitu mendambakannya? Ditawarin jadi pacarnya langsung mau. Cih! Ogah! Melihat wajahnya aja malas. Tapi...tadi dia nggak ada nawarin aku jadi pacarnya sih. "Re...!" Aku menoleh dan mendapatkan Mbak Via memanggilku dari balik counter teller. "Pak Revano ada di atas? Tolongin Mbak dong minta tanda tangannya. Mbak nggak bisa ninggalin counter nih, Elsa nggak masuk hari ini terus Cory lagi di toilet, mules-mules dari tadi," pinta Mbak Via menyebutkan nama dua orang teller-nya. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN