9. Kata Mama Saya

1006 Kata

"Aku langsung balik kantor ya, Ma. Masih banyak kerjaan." Wajah ibunya terlihat sedih. Pak Revano mengelus lengan ibunya perlahan dan dibalas dengan senyuman. Ih beda banget kelakuannya kalau di kantor! Padahal kenyataannya kalau di kantor di mirip jelmaan makhluk halus. "Nanti malam kami ke sini lagi," lanjutnya. Kami?! Lo aja kali! "Makan dulu ya, Nak. Atau Mama bekalin aja ya." Tatapan mata ibunya penuh harap. Mata Pak Revano menatap ke arahku, seolah meminta persetujuan. Buru-buru aku memalingkan wajah, menghindari tatapan matanya. Ngapain juga lirik-lirik segala. Aku bilang nggak mau juga, kalau dia sudah bilanh harus, tetap aja nggak bisa nolak. "Ayo sini, jangan pikirin Revan." Mendadak tanganku ditarik perlahan oleh ibunya. "Tapi...Bu...eh Tante...." "Panggil aja Tante. Ayo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN