10. Tiga Kali Sehari

1074 Kata

"Oh," sahutku singkat. Aku menahan tanganku pada pintu sejenak sampai yakin Pak Revano tidak melanjutkan pembicaraannya lagi. Dan kemudian dengan gerakan pelan aku membuka pintu lebih lebar dan keluar dari ruangannya. Sepertinya aku terlihat sangat keren karena nggak terpengaruh pada ucapannya. Dasar playboy! Dikiranya aku bakal luluh dengan perkataannya barusan? No! Nggak segampang itu mempermainkanku. Sudah cukup dia mengacaukan mood-ku hari ini. Oke Rea, hirup napas lebih panjang lagi. Jangan pikirkan apapun, apalagi bos kutu lompat kayak gitu. "Hayo! Kenapa merem-merem ganjen gitu!" Pundakku ditepuk lumayan keras dari arah belakang. "Mbak Lana!" jeritku kesal. Mbak Lana kemudian menyimpan tas di meja kerjanya. "Dari tadi lo di kantor terus? Tumben," katanya sambil menyalakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN