"Lo harus cerita apa yang sebenarnya terjadi." Alex menatapku dengan matanya yang membesar. "Ya...itu kayak yang lo lihat tadi, dia ngejar gue, ya gue lari," sahutku asal. "Pasti ada apa-apa diantara kalian." Alex memelankan suaranya karena dari gelagatnya, si sopir taksi terlihat sedang menguping pembicaraan. Mau tahu aja sama urusan orang "Duh Lex, lo kayak nggak kenal gue aja. Nggak mungkinlah gue ada apa-apa sama si Bos," sahutku mulai merasa terpojok. "Karena gue kenal sama lo, makanya gue yakin pasti lo berdua memang ada apa-apanya," ujarnya membalikkan kalimat yang aku ucapkan. "Nyesal deh gue ajak lo naik taksi bareng," cetusku berusaha mengalihkan pembicaraan. "Lo benaran naksir sama si Bos? Trus dia nolak lo? Gitu, kan, yang terjadi?" tebak Alex yakin. Mendadak rasany

