Ini pertama kalinya aku terlambat datang ke kantor setelah sekian lama selalu tepat waktu karena dijemput Revano. Entah kenapa, pagi ini dia mendadak absen menjemputku tanpa ada konfirmasi apapun. Ponselnya juga sampai saat ini bernada di luar jangkauan. Sebenarnya nggak masalah kalau hari ini dia nggak menjemputku, tapi harusnya dia bisa memberitahuku lebih awal. Kan, aku nggak perlu berlari-lari mengejar busway seperti ini. Semoga saja meeting belum dimulai dan aku tidak menjadi bahan pembicaraan anak kantor karena aku yakin Revano pasti akan memarahi keterlambatanku. Seperti biasa, jika di kantor dia sangat pandai berakting. Malah sebenarnya aku yang ingin memarahinya karena membuatku telat seperti ini. Tangga lantai dua yang kunaiki terasa sangat melelahkan. Rasanya seperti dejavu,

