Aku melangkah menuju kamarku dengan mengambang. Rasanya masih mengantuk, belum rela untuk beranjak dari kamar Revano. Tapi, kalau aku bangun kesiangan dan keluar dari kamar Revano di saat semua teman-temanku sudah bangun, kan sama aja dengan bunuh diri. Aku nggak tahu pastinya saat ini jam berapa, mungkin masih dini hari atau bisa jadi subuh. Aku terbangun dengan perasaan kaget dan buru-buru melepaskan diri dari pelukan Revano. Bisa ya dia betah melukin aku sambil tidur. Kalau nggak mikirin apa yang aku lakuin ini bakal jadi skandal besar dan pergunjingan karyawan kantor, tentu saja aku lebih milih melanjutkan tidur di pelukan Revano. Kapan lagi bisa tidur beralaskan tubuh bidangnya. Dengan perlahan aku membuka pintu kamarku dan berharap Mbak Lana belum pulang. Aku bernapas lega saat m

