29. Just Hugs and Kisses ✨

1021 Kata

"Nanti yang lain pada tahu," cicitku sambil menudukkan wajahku yang terasa semakin memanas. "Nggak bakalan. Cuma ada kita berdua di sini," sahutnya sambil berbisik di telingaku. Hangat napasnya yang menerpa wajahku membuatku merinding. Yang kulakukan akhirnya hanya mengerjapkan mata karena kesulitan untuk menanggapi pembicaraannya. Sejujurnya saat ini aku takut. Bagaimana nggak, berdua dengan lelaki ini terasa seperti ancaman. Lihatlah, hanya dengan menatap wajahnya saja bisa menyihirku seperti ini. Pikiranku terasa buntu, apalagi kali ini tangannya membelai wajahku perlahan. "I miss you so bad," katanya tanpa melepaskan pandangannya dariku. Aku menahan napas. Rasanya ingin menjerit, kerena saking groginya. "Ngakunya kangen, tapi paling suka sok sibuk sampai nggak sempat nyapa," cibirk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN