Goncangan di lengannya membangunkan Amy dari mimpi. Amy membuka mata dan langsung menangis. Ryan terpaku, tetapi bersabar menunggu tangis Amy mereda. Saat tangisnya reda, Ryan mengulurkan tisu. Amy menerima sambil mengucapkan terima kasih. Ia bersihkan wajah yang sembab sambil bangkit. “Mimpi buruk?” tanya Ryan seraya duduk di tepi tempat tidur. Amy mengangguk. “Mimpi apa?” “Dikejar-kejar Pak Jaka dan Pak Doni. Disiksa. Lalu dipermalukan di depan umum.” Amy meringkuk. Ryan menarik selimut hingga menutup leher Amy. “Itu hanya mimpi, Amy. Kamu aman sekarang.” Amy mengangguk sambil mengusap titik air mata yang mengalir dari sudut matanya. Ryan terus menatap wajah yang tengah ketakutan itu. “Di mana ini?” tanya Amy sambil melihat sekitarnya. Ia berdiam sejenak melihat Andri yang tidur

