Meski menjadi ibu sambung untuk Hansel, Lenora ternyata kian menyukai anak laki-laki itu, begitu pun sebaliknya. Bocah yang menyenangkan, aktif, dan selalu semangat itu menarik hatinya. Seperti sekarang, Hansel justru tidak ingin sepedanya didorong oleh Harold, melainkan Lenora. “Papa tidak bisa bermain denganmu lebih lama,” kata Harold tepat di samping putranya yang duduk di sadel sepeda roda tiga. Ia mengecup pipi kanan dan kiri Hansel bergantian. “Sepertinya aku harus memeriksa resto,” imbuhnya. Lenora seketika batal mendorong sepeda yang kini tengah ia genggam pegangan belakangnya. Dia melirik Harold yang menatapnya santai. “Kamu kerja?” tanya Lenora sedikit tak rela. Ia kira mereka akan menghabiskan waktu bersama di rumah, tetapi dugaannya salah. “Ya, hanya mengecek resto.” “Pulan

