Lagi - lagi seperti ini. Tes. Air mata Clara jatuh. Gadis itu mendongak kemudian menghela nafas. “Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini?” Firasatnya memang benar - benar terjadi. > > > Saat ini, Clara benar - benar membutuhkan seseorang untuk diajak bicara. Menghiburnya, menyemangati dirinya, dan menenangkannya. Tapi siapa? Dirinya bahkan tidak punya teman sama sekali, atau lebih tepatnya, dia tidak tahu harus bagaimana sekarang. Selama ini dia melewati masa - masa sulit dengan sendiri, mengatasi masalah pun dengan sendiri, memendam perasaaannya pun juga sendiri, pun dengan menangis sendirian. Dia selalu berusaha tegar. Berusaha kuat. Ya, berusaha…. tapi tetap saja dia sebenarnya rapuh. Kejadian ini memang bukanlah pertama bagi dirinya, tapi tetap saja, ini menimbulkan sesak

