Malamnya harinya, Jevin dan Safia telah bersiap untuk merehatkan badan. Mereka memang satu ranjang, akan tetapi belum terjadi sesuatu seperti kebanyakan ranjang pengantin baru lainnya. Pasangan sejoli itu mencoba memejamkan mata. Lalu saat merasa Safia sudah terlelap tidur, Jevin turun dari ranjang. Seperti biasa dirinya hendak tidur di sofa lantai bawah. Namun, ketika dia baru saja hendak berdiri tangannya ditarik Safia. Jevin menoleh kaget. Tampak Safia tersenyum manis padanya. Tanpa terduga dengan lembut Safia melingkarkan kedua tangan pada perut suaminya. "Aku kuat dingin kok," ujar Safia lembut dan terdengar menggoda, "nyalakan saja AC-nya," lanjut Safia sembari mengerjap manja. Hati Jevin berdesir mendengar itu. Apalagi malam ini Safia mengenakan baju tidur tipis yang lumayan

