Rachel hampir saja jatuh terduduk di tanah kalau saja Zachery tidak dengan cekatan menangkap tubuhnya yang lunglai tak bertenaga. Matanya menatap nanar pada tendanya yang terlihat mengerikan itu. Tidak ada satu jam dia meninggalkan tendanya, namun sekarang keadaannya sudah jadi mengerikan seperti ini. “Apa ini...” Kata Rachel lirih. Matanya terasa perih menahan air mata yang tak terbendung lagi. “Kendalikan dirimu.” Bisik Zachery pelan. Dia memeluk Rachel dengan erat. Dia tahu Rachel sedang sangat ketakutan sekarang. Dia sendiri begitu takut dengan apa yang ada di depannya. Dia takut kalau dugaannya benar... bahwa pelakunya sudah mulai sadar dengan gerakan mereka. Rachel menyembunyikan wajahnya di balik d**a Zachery. Dia menangis tanpa sua

