4. Papa

1419 Kata

Gawai milik Arya terus berdering membahana. Pemiliknya sedang membersihkan diri di kamar mandi. Adalah panggilan dari Ibu Ratri, seharusnya tak apa jika Kinan mengangkatnya. Tapi, wanita itu masih tidak berani. Takut dikata lancang. Sejak dulu dia memang tidak berani memegang benda pribadi milik Arya. Walaupun mereka suami istri, tapi Kinan harus tetap menjaga privasi. "Mas, ada telpon dari Mama. Kayaknya udah dari tadi." Kinan melapor kepada sang suami setelah mengetuk pintu kamar mandi. Dia memang baru ke kamar setelah mendengar bunyi dering dari benda pintar tersebut. "Angkat aja, Nan. Aku belum selesai." seru Arya dari dalam. Kinan mengangguk, meski gerakannya itu tak mungkin dilihat oleh sang suami. Memang sudah menjadi kebiasaan saja. "Assalamualaikum, Mama." "Wa alaikumussalam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN