Dua puluh enam hari sudah Pak Hadi dirawat di rumah sakit dan selama itu pula beliau belum sadarkan diri. Arya semakin sibuk, selain mengurusi pabriknya sendiri. Dia juga harus mengurus pabrik benang milik sang ayah. Pria tersebut selalu berangkat lebih pagi sebelum anak-anak dan istrinya berangkat. Kemudian pulang saat malam sudah larut karena harus mampir ke rumah sakit. Mengecek keadaan ayahnya dan juga sang ibu yang tak mau pulang walapun hanya satu jam saja. Katanya beliau ingin menemani ayahnya di sana. Mbak Ari pun sudah pulang. Kakaknya itu langsung terbang ke Indonesia setelah dikabari jika sang ayah masuk rumah sakit. Meninggalkan anak-anaknya bersama sang suami di negeri orang. Kinan membawa makan malam Arya ke dalam kamar. Suaminya itu baru pulang saat jam dinding sudah menuju

