"Hoek. Hoek ...." Kedua mata Arya menyipit. Bukan silau karena sinar matahari atau lampu. Hari masih sangat pagi, tirai di kamar belum dibuka dan lampu yang nyala hanya yang di meja. Suara gaduh istrinya dari dalam kamar mandi cukup bisa membuatnya terjaga. Ia lalu menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Beranjak bangun dan melangkah menuju kamar mandi. "Hoek ... Hoek ...." Arya meringis melihat sang istri yang tertunduk di depan wastafel. Dia ikut menunduk, tak ada apa-apa yang keluar. Lalu ia mengusap tengkuk istrinya itu dengan perlahan. Berharap hal kecil itu bisa sedikit membantu. Kehamilan Kinan sudah menginjak bulan yang ke-dua. Selain beberapa kali wanita itu ingin makan sesuatu dengan tiba-tiba atau disebut ngidam, dia juga sering sekali muntah ketika pagi hari. Kina

