Hari Minggu pukul tujuh pagi. Arya dan Kinan sudah berada di terminal bus. Senyum Kinan yang tak pernah surut menular pada Arya yang ikut bahagia. Ibu Yanti dan Adit hari ini sampai di Jakarta. Mereka naik bus karena katanya Ibu Yanti tidak berani naik pesawat. Kinan sebenarnya sudah akan memboyong sang ibu ketika ia dan suami ke Jogja beberapa bulan lalu, tapi saat itu mereka tidak bisa ikut karena kuliah Adit yang tidak bisa ditinggal. Jadi baru sekarang mereka ke Jakarta, selang setahun dari rumah baru Arya dan Kinan ditempati. "Ibu." jerit Kinan saat netranya menangkap sosok sang ibu keluar dari pintu bus yang baru saja sampai. Dia dan Arya menunggu di ruang tunggu terminal. "Mas, ayo." ajaknya sambil menarik lengan sang suami. Arya menahan tangan Kinan yang ingin menariknya. Hingga

